UNIVERSITAS SEBELAS MARET/Program Studi Hubungan Internasional/FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

LAPORAN/PROGRAM DIPLOMASI BUDAYA

Bidang PENGADIAN pada Masyarakat/Di Bulgaria/Romania/Moldova/(10 Oktober-10 Desember2015)/Pelaksana/PROF. DR. ANDRIK PURWASITO, DEA/Kepala Program Studi Hubungan Internasional

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama-tama saya mengucapkan mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, berkat ijinNya,barokah, hidayah dan innayahNya, saya menjalankan tugas selama kurang lebih 2  bulan di Eropa  Timur (Bulgaria), (10 Oktober – 10 Desember 2015) berjalan lancar tanpa suatu halangan yang berarti dan sukses, sempurna.

Kedua, kepada Yang Mulia Duta Besar RI di SOFIA, Bapak Bunyan Saptomo MA, yang telah mengundang saya dan memfasilitasi saya selama tugas Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat di Bulgaria, serta Yang Mulia Duta Besar RI di Bucharest, Bapak Diar Nurbintoro, yang telah mengundan dan memfasilitasi saya di Rumania dan Moldova, tugas pendidikan dan pengabdian Masyarakat.

Ketiga, ucapan terima kasih saya tujukan kepada Yang Terhormat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan khsusnya pada Direktur Diplomasi Publik, yang telah memfasilitasi perjalananan saya dari Indonesia dan selama di Eropa.

Keempat, saya ucapkan kepada Rektor Universitas Sebelas Maret, c/q Wakil Rektor Bidang II, yang telah memberikan ijin tugas, dukungan moral serta doa untuk tugas tersebut.

Kelima Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah memberikan Surat Tugas, dukungan moral dan  doa serta restu kepada saya untuk tugas tersebut.

Keenam, terima kasih kepada kolega kami di Program Studi Hubungan Internasional, Program magister Sejarah, Program Magisten Studi Ilmu Komunikasi, Program Magister Studi Ilmu Hukum, Program Magister Seni Rupa, Program Doktor bidang Kajian Budaya, Program Doktor bidang Ilmu Hukum, yang telah memberi ijin, doa dan restunya serta memfasilitasi program saya di Prodi selama saya bertugas di Eropa.

Ketujuh, terima kasih kepada Ketua dan Sekretaris Senat Universitas Sebelas Maret, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang telah memberi ijin dan memaklumi ketidakhadiran saya dalam berbagai acara kegiatan selama saya berada di Eropa Timur.

Demikian, atas ijin, doa, dan restu semua pihak, tugas yang dibebankan kepada saya telah terlaksana dengan sukses gemilang, yang terdiri atas 15 kegiatan, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang pengabdian Masyarakat. Apabila ada kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan atas tugas yang saya laksanakan tersebut, kepada semua pihak saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Surakarta, 11 Desember 2015/Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA

  1. Latar Belakang

Dalam kompetensi Program Studi Hubungan Internasional di Fakultas Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret, Surakarta adalah (1) Bidang Diplomasi dan (2) Bidang Kerjasama Internasional. Mengacu pada Renstra Fakultas Ilmu Soial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), penyelenggaraan pendidikan berdasarkan pada tiga pilar utama, yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dasar tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, yakni ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk mencapai kepentingan tersebut, dibutuhkan langkah-langkah strategis yang mengacu pada tujuan pendidikan, pengabdian masyarakat dan riset pendidikan tinggi, yaitu mengedepankan kualitas  dan produktivitas, efisien, berdaya saing serta memiliki reputasi yang tinggi.sehingga perguruan tinggi mampu meningkatkan daya saing bangsa (nation’s competitiveness).

Praktek ilmu pengetahuan dapat dilaksanakan melalui berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang intinya adalah mampu menghadapi tantangan dan perkembangan zaman yang up to date.  Mampu memberikan pembimbingan kepada segenap sivitas akademika UNS mencapai visi yang ditetapkan. Serta mampu memberikan kontribusi pemikiran yang nyata kepada masyarakat lokal, nasional dan global. Demi mencapai kepentingan tersebut di atas, saya mengajukan program diplomasi publik melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat, dengan tema “Internasionalisasi Wayang Kulit dan Batik di Eropa Timur, khususnya di Bulgaria,” selama  kurang lebih dua bulan.Program tersebut sejalan dengan berbagai mata kuliah dalam Program Studi saya, antara lain, Teori Diplomasi, Praktek Diplomasi, Komunikasi Internasional dan Diplomasi Publik, Kerjasama Internasional, Legal dalam Perjanjian Internasional, Sistem Pemerintahan Eropa dan Russia.

Dengan dasar pemikiran tersebut di atas, saya mengajukan program tersebut kepada Yang Mulia Duta Besar RI di Bulgaria, Bapak Bunyan Saptomo, MA dan akhirnya mendapatkan persetujuan dari Direktur Diplomasi Publik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengajuan program tersebut mendapat respon positif dari Dekan Fakultas Ilmu Sosian dan Politik serta Rektor Universitas Sebelas Maret, sehingga program tersebut berjalan lancar dan sempurna.

  1. Tujuan

Tujuan utama program pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat di Luar Negeri, selain menjadi tugas saya sebagai Dosen, peneliti dan pengabdian masyarakat, juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya bidang Diplomasi Publik, serta sejalan dengan arus politik luar negeri RI, yaitu yang tergabung dalam soft power diplomacy (diplomasi budaya), yang bertujuan untuk mengenalkan tentang ideologi Pancasila kepada Dunia, baik bersifat pengenalan politik, ekonomi maupun promosi sosial-budaya kepada dunia, khususnya di Eropa Timur, yaitu Bulgaria. Tema internasionalisasi Batik dan Wayang Kulit ditujukan untuk melanjutkan program UNESCO yang mengakui kedua produk budaya Indonesia tersebut sebagai Warisan Dunia, sehingga manfaat dan kegunaannya dapat dikenali secara baik oleh masyarakat dunia.

Target

  • Target yang diharapkan adalah dikenalnya secara meluas mengenai Budaya, Ekonomi dan Politik Republik Indonesia kepada dunia, sehingga akan memberikan efek positif dan citra baik tentang Negara dan Bangsa Indonesia.
  • Memperoleh jaringan kerjasama kolobarorasi untuk riset, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bidang.
  1. Persiapan Keberangkatan

Kebutuhan untuk melakukan diplomasi budaya membutuhkan persiapan materi dan bahan baku yang cukup kompleks.

  • Kebutuhan untuk membuat satu film pendek tentang proses pembuatan batik. Proses ini membutuhkan waktu dan tenaga, biaya dan bahan mentah yang tidak sedikit jumlahnya. Sayang sekali bahwa seluruh biaya saya tanggung sendiri dan tidak memperoleh remboursement. Sayang sekali bahwa pengajuan biaya untuk pengabdian masyarakat tersebut, ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPPM-UNS, gagal memperoleh persetujuan.
  • Demikian juga tidak diakomodirnya persiapan untuk pembuatan film durasi pendek sebagai iringan pementasan wayangkulit beserta pembelian tokoh-tokoh wayang kulit yang akan dipergunakan selama promosi, pendidikan dan pengabdian masyarakat. Lebih buruk lagi karena pengajuan biaya ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, LPPM-UNS, yang jumlah hanya Rp. 35 juta tidak memperoleh persetujuan.
  • Akhirnya, saya sendiri yang menanggung seluruh biaya kebutuhan persiapan keberangkatan, sebagaimana disebutkan di atas,yaitu:
    • 17 tokoh wayang kulit, Rp. 17 juta.
    • Latihan dan rekaman gamelan Rp. 8 juta.
    • Pembuatan Batik Lukis Rp. 5 juta.
    • Rekaman proses pembuatan batik Rp. 5 juta.
    • Peralatan membatik (Kompor, Malam, canthing, zat pewarna) Rp.5 juta. Total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah).

BAGIAN II

PELAKSANAAN KEGIATAN

Dalam penjelasan pelaksanaan kegiatan dibagi dalam tiga bagian. Pertama, mengenai jalur perjalanan Solo-Sofia-Solo. Kedua, mengenai kegiatan pendidikan bertaraf internasional. Ketiga, adalah kegiatan yang bersifat pengabdian kepada masyarakat.

  1. Perjalanan Solo-Sofia-Solo/Saya memperoleh paspor dinas tanpa Visa, karena masuk Bulgaria dapat dilakukan tanpa Visa, dengan tiket pesawat PP. SOLO-SOFIA-SOLO. Saya berangkat 13 Oktober dari Solo dengan Lion-Air, dan tanggal 14 saya sampai di Sofia melalui Doha dengan pesawat Qatar Airways. Saya tiba di Indonesia pada hari Selasa tanggal 8 Desember 2015./Saya menerima uang saku di Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp. 26 Juta untuk dinas selama 2 bulan dari Direktur Diplomasi Publik, Kemendikbud./Di Bulgaria, saya difasilitasi kamar tempat tinggal, bertempat di KBRI, Sofia. Saya memperoleh jatah makan sehari sekali dari Senin-Jumat. Untuk Sarapan disediakan roti, keju, telor, susu. Sedangkan Makan pada malam hari, serta makan Hari Sabtu dan Minggu menggunakan uang harian sebesar 500 Leva (setara Rp. 4 juta rupiah). Sekali makan di Sofia 10 leva (setara dengan Rp. 75000,-). Saya juga memperoleh uang tiket transport lokal berlangangganan untuk satu bulan 52 leva (setara Rp.40.000).

    Pendidikan

Selama di Bulgaria, saya menjalankan tugas sebagai Guest Lecturer, mengisi Seminar Internasional dan Workshop di beberapa Universitas dan akademi:

  1. International Seminar di Universitas Ruse, di Ruse ,Bulgaria
  2. International Seminar di Universitas Sofia, di Sofia, Bulgaria
  3. Workshop Indonesian Traditional Theater in Academy National for Theater and Art-Film (NATFIZ),Sofia Bulgaria
  4. Workshop Indonesian Traditional Theater in New Bulgarian University (NBU), di Sofia, Bulgaria
  5. Seminar in Opening Ceremony for Honorary Consulary of Republic Indonesia in Varna, Varna City, Bulgaria.
  6. Guest Lectureur, in Academy of Study Economy (ASE), Bucharest, Rumania.
  7. International seminar using Wayang Kulit with 7 Countries, in Teatrul Elisabeta, Bucharest, Romania(Semua bukti terlampir).
  1. Pengabdian Masyarakat

    Adapun kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, dilakukan di beberapa tempat, yakni:

  1. Sekolah No. 8 di Sofia Bulgaria.
  2. Sekolah di Veliko Tornovo, Bulgaria.
  3. Sosialisasi nilai-nilai Pancasila menggunakan Wayang Kulit, di Varna, di Sofia, Chisinau dan Bucharest.
  4. Sosialisasi pembuatan Batik di Varna.

(Semua Bukti Terlampir)/Bagian III/BUKTI-BUKTI PELAKSANAAN/FOTO

BAGIAN IV/KESIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI

  1. KESIMPULAN

Program pendidikan, pengabdian pada masyarakat di Eropa Timur merupakan satu program promosi Indonesia yang sangat efektif karena melalui metoda sosialisasi dengan dialog interaktif, tidak sekedar hanya melakukan pementasan sementara. Program yang dijalankan ini, selain praktek mata kuliah diplomasi, juga mendukung program diplomasi publik, Kementerian Luar negeri RI dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya direktorat diplomasi publik. Dengan durasi 2 bulan proses transfer of knowledge berjalan secara wajar dan memberikan kesan mendalam terhadap orang asing, karena target sasaran sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa yang mempunyai prospektif untuk menjalin dan hubungan kerjasama di masa depan

  1. SARAN

Saran utama untuk program kegiatan semacam ini adalah pentingnya dukungan dana untuk berbagai kebutuhan pendidikan dan pengabdian masyarakat. Setiap program membutuhkan perhitungan pembiayaan yang jelas sehingga dalam prakteknya tidak mengalami hambatan dan kerugian pada pelaksana kegiatan. Demikian juga untuk perhitungan uang saku, uang mobilitas, komunikasi, tempat tinggal yang layak dan makan yang cukup.

  1. IMPLIKASI

  2. Hubungan kerjasama antar universitas.

Dalam program pendidikan yang telah saya laksanakan, setidaknya ada berbagai deal untuk melakukan kerjasama U to U, antara lain :

  • Universitas of Ruse (Public), Ruse City, Bulgaria
  • Universitas of Plovdiv(Public), Plovdiv City, Bulgaria
  • Universitas of Sofia (Public) , Sofia City, Bulgaria
  • New Bulgarian University (NBU, Privat), Sofia City, Bulgarian
  • NATFIZ, Academy National of Theater and Film Art
  • University of Turkey, Edirne City, Turky
  • Free University of Modolva, (U.L.I.M) Chisinau City, Modolva
  • ASE (Academy of Study Economy) Privat , Bucharest, Rumania
  • Inter ASEAN-EUROPEAN Study, (Privat), Bucharest, Romania
  1. Internasionalisasi wayang dan batik/ Workshop mempunyai dua perspektif. Pertama untuk pendidikan dan pengajaran, seperti yang dilakukan di NATFIZ dan NBU. Untuk pengabdian masyarakat, dapat dilakukan baik di perguruan tinggi, sekolah dan juga komunitas masyarakat yang sangat antusias dan mengagumi Batik dan Wayang.
  1. Hubungan Antar-bangsa/ Dalam berbagai kegiatan berimplikasi hubungan antar-bangsa, melalui berbagai dialog, pertukaran mahasiswa, dosen, kerjasama dan kolaborasi penelitian.

Dengan cara ini akan memungkinkan kerjasama lebih baik antar bangsa Indonesia dengan rakyat di Eropa Timur khususnya, dan masyarakat global pada umumnya.

Advertisements